Resensi Buku "Strategi Menuju Masyarakat Tangguh Bencana Dalam Perspektif Sosial"
Judul : Strategi Menuju
Masyarakat Tangguh Bencana Dalam Perspektif Sosial
Pengarang : Syamsul Ma’arif
Dyah Rahmawati Hizbaron
Penerbit : Gajah Mada University
Press
Tahun terbit : 2015
Tempat terbit : Yogyakarta
Tebal buku : 95 halaman
ISBN : 979-420-877-9
Buku ini
menjelaskan mengenai potensi bencana di Indonesia yang membutuhkan penanganan
serius, terdapat langkah penting yang diambil oleh pemerintah dengan
meratifikasi berbagai komitmen global terkait dengan peningkatan kapasitas
dalam pengurangan resiko bencana. Buku ini berupaya mengupas proses ketangguhan
bencana dari perspektif sosial pada dua kasus wilayah yang memiliki potensi
ancaman berbeda. Pembelajaran pertama diambil dari Desa Kepuharjo, Kabupaten
Sleman, DIY, melalui pengalam dalam menghadapi bencana erupsi gunung api, dan
pembelajaran berikutnya diuraikan dari pengalaman masyarakat di Desa Tegalrejo,
Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang secara rutin tiap tahun
menghadapi bencana banjir.
Ketangguhan
di kawasan Merapi cenderung didominasi oleh faktor internal dan faktor
eksternal. Semantara itu, ketangguhan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang,
didominasi sepenuhnya oleh factor interal masyarakat. Modal sosial yang dominan
di kawasan Merapi mengarah pada kentalnya komitmen bersama untuk bisa melalui
bencana secara kolektif. Sementara itu, modal sosial yang dominan di Desa
Tegalrejo, Kecaatan Widang, justru kepada kekuatan daya lenting masyarakat
pascabencana. Minimya faktor eksternal yng berperan di wilayah ini disebabkan
oleh jenis genangan yang cukup lama meningkat sehingga penanggulangannya pun
tidak dapat disamakan dengan jenis bencana lain yang membutuhkan waktu tanggap
darurat tertentu. Pada akhirnya suatu jenis ketangguhan tentu akan kembali lagi
dilihat terhadap jenis bahaya tertenu.
Masyarakat
tampaknya memiliki keterikatan yang sangat erat dalam pencapaian visi misi
mereka yang secara tidak tertulis mereka dokumentasikan. Tampaknya hal tersebut
juga mungkin terjadi di satuan masyarakat lainnya di Indonesia, hanya saja
tidak dapat tergambarkan dalam buku ini mengingat kekhasannya membutuhkan
pengamatan mendalam. Kekuatan tradisi, sosial budaya, serta rasa kepercayaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah menjadikan mereka memiliki modal dasar untuk
menjadi tanggungjawab menghadapi bencana. Semoga “Indonesia Tagguh” tidak hanya
menjadi suatu slogan semata, melainkan potensi untuk perwujudannya sudah sangat
luarbiasa hebatnya.
Kelebihan dari buku ini yaitu memiliki
sampul yang cukup menarik dan tersedia diagram, peta, dan tabel yang mencakup data
untuk mendukung informasi yang disampaikan dalam buku tersebut, selain itu
terdapat juga bagan – bagan yang memudahkan pembaca untuk memahami informasi
buku.
Kekurangan dari buku ini tidak
banyak hanya gambar dalam buku ini tidak berwarna atau hitam putih
Demikian ulasan yang dapat saya sampaikan dalam buku ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca di kemudian hari.