Jumat, 30 Agustus 2019

Resensi Buku

Resensi Buku "Strategi Menuju Masyarakat Tangguh Bencana Dalam Perspektif Sosial"





Judul              : Strategi Menuju Masyarakat Tangguh Bencana Dalam Perspektif Sosial
Pengarang     : Syamsul Ma’arif
                        Dyah Rahmawati Hizbaron
Penerbit         : Gajah Mada University Press
Tahun terbit   : 2015
Tempat terbit : Yogyakarta
Tebal buku     : 95 halaman
ISBN              : 979-420-877-9


Buku ini menjelaskan mengenai potensi bencana di Indonesia yang membutuhkan penanganan serius, terdapat langkah penting yang diambil oleh pemerintah dengan meratifikasi berbagai komitmen global terkait dengan peningkatan kapasitas dalam pengurangan resiko bencana. Buku ini berupaya mengupas proses ketangguhan bencana dari perspektif sosial pada dua kasus wilayah yang memiliki potensi ancaman berbeda. Pembelajaran pertama diambil dari Desa Kepuharjo, Kabupaten Sleman, DIY, melalui pengalam dalam menghadapi bencana erupsi gunung api, dan pembelajaran berikutnya diuraikan dari pengalaman masyarakat di Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang secara rutin tiap tahun menghadapi bencana banjir.

Ketangguhan di kawasan Merapi cenderung didominasi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Semantara itu, ketangguhan di Desa Tegalrejo, Kecamatan Widang, didominasi sepenuhnya oleh factor interal masyarakat. Modal sosial yang dominan di kawasan Merapi mengarah pada kentalnya komitmen bersama untuk bisa melalui bencana secara kolektif. Sementara itu, modal sosial yang dominan di Desa Tegalrejo, Kecaatan Widang, justru kepada kekuatan daya lenting masyarakat pascabencana. Minimya faktor eksternal yng berperan di wilayah ini disebabkan oleh jenis genangan yang cukup lama meningkat sehingga penanggulangannya pun tidak dapat disamakan dengan jenis bencana lain yang membutuhkan waktu tanggap darurat tertentu. Pada akhirnya suatu jenis ketangguhan tentu akan kembali lagi dilihat terhadap jenis bahaya tertenu.

Masyarakat tampaknya memiliki keterikatan yang sangat erat dalam pencapaian visi misi mereka yang secara tidak tertulis mereka dokumentasikan. Tampaknya hal tersebut juga mungkin terjadi di satuan masyarakat lainnya di Indonesia, hanya saja tidak dapat tergambarkan dalam buku ini mengingat kekhasannya membutuhkan pengamatan mendalam. Kekuatan tradisi, sosial budaya, serta rasa kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah menjadikan mereka memiliki modal dasar untuk menjadi tanggungjawab menghadapi bencana. Semoga “Indonesia Tagguh” tidak hanya menjadi suatu slogan semata, melainkan potensi untuk perwujudannya sudah sangat luarbiasa hebatnya.

Kelebihan dari buku ini yaitu memiliki sampul yang cukup menarik dan tersedia diagram, peta, dan tabel yang mencakup data untuk mendukung informasi yang disampaikan dalam buku tersebut, selain itu terdapat juga bagan – bagan yang memudahkan pembaca untuk memahami informasi buku.

Kekurangan dari buku ini tidak banyak hanya gambar dalam buku ini tidak berwarna atau hitam putih

Demikian ulasan yang dapat saya sampaikan dalam buku ini, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca di kemudian hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar